1432
Ramadhan
Nyanyian Telaga Suci
dan kini sang waktu pun kembali berbisik
: aku takkan biarkanmu berdiri sendiri dalam senja sepi
sang hujan berkata kepada awan
: ia telah datang menjelang.
dan langit pun berkaca dalam tanya
: siapakah gerangan yang kan datang?
rindu semesta menyulam takbir kenangan
ada satu cinta sedang bercinta dengan sang Pencinta
rebahkan diri dalam cermin kesucian
melepas penat dalam dahaga
ilalang pun masih enggan bergoyang
menyentuhlah angin dalam tangkai iman sang tuan
sambil terpejam sang telaga pun tersenyum riang
wahai Tuan tetaplah berjalan di Jalan Kesucian
; akulah si telaga suci yang akan memberimu tawaran sejuk
; dalam kembaramu
; dalam dahagamu
; dalam diammu
; dan dalam tasbih cintamu
Bandung, 2011
_tersimpan makna lain di balik perwajahan puisi ini_
90o berlawanan arah jarum jam

Tidak ada komentar:
Posting Komentar