Man Jada Wajada

Lilin-lilin kecil mulai menari dalam gelap. Menyulut semangat malam yang kan di dekap. Sepintas sisa hujan masih ramai menghias spion nakal. Semuanya menyatu dalam akhir senja yang tak pernah kekal.

...

Senin, Maret 05, 2012

Nyanyian Telaga Suci 1

1432
Ramadhan
Nyanyian Telaga Suci
            dan kini sang waktu pun kembali berbisik
: aku takkan biarkanmu berdiri sendiri dalam senja sepi
            sang hujan berkata kepada awan
                        : ia telah datang menjelang.
                                    dan langit pun berkaca dalam tanya
                                                : siapakah gerangan yang kan datang?
                                    rindu semesta menyulam takbir kenangan
            ada satu cinta sedang bercinta dengan sang Pencinta
rebahkan diri dalam cermin kesucian
            melepas penat dalam dahaga
                        ilalang pun masih  enggan bergoyang

menyentuhlah angin dalam tangkai iman sang tuan
            sambil terpejam sang telaga pun  tersenyum riang


            wahai Tuan tetaplah berjalan di Jalan Kesucian
; akulah si telaga suci yang akan memberimu tawaran sejuk
; dalam kembaramu
; dalam dahagamu
; dalam diammu
; dan dalam tasbih cintamu

Bandung, 2011

 


_tersimpan makna lain di balik perwajahan puisi ini_
90o berlawanan arah jarum jam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar