Wajah malam mulai tampak elegan,
dengan kedamaian yang kau tawarkan.
Ya, sepenggal sajak untuk malam ini
Sedetik berlalu adalah sesaat
mata ini menatap gelap
Tak apa, gelapmu adalah damai untukku
mengasingkan diri dari hingar bingar siang
lalu lalang tak karuan
penat untuk sesaat
dan seketika menghilang saat wajahmu datang
bukan hanya sekadar bayang
damaikan jiwa-jiwa yang penat ini
dengan kidung malam yang biasa kau senandungkan
aku tahu, Tuhan menitahkanmu sebagai sahabat dan tempat
bersandar rehat, untukku
sampai pada saatnya, engkau pun menghadiahkanku
waktu khusus, di penghujung sepertiga malammu
dengan pelan kau pun mulai merayu:
"temui dan nantikanku di sepertiga malam itu..."
25.9.12


Tidak ada komentar:
Posting Komentar