Sementara, kita memang perlu menahan untuk tak saling bicara
setelahnya, (mungkin) ada sedikit jawaban tentang pertanyaan
yang kemarin sempat saling kita lontarkan
kasih...
(layakkah aku menyebutmu dengan sebutan kasih? Entahlah!)
kasih...
Kau memang pernah mengirimiku sebait puisi
kau tulis di atas dedaunan kering
yang sehari setelahnya, Kau kirim pula sebentuk kata hujan
di atasnya
Aksara bait itu memang luruh
terbawa basah aliran hujan
namun jiwa bait itu masih sangat jelas terbaca
caramu menemaniku begitu cantik, Kasih
setidaknya ada penadah untuk air mata
tak bertuan ini

Tidak ada komentar:
Posting Komentar