Fatamorgana dunia pun sejenak bernapas dalam jeda
Menyiasati ancaman luar, pemikiran picik nan liar
Lagi, aku merindukan hujan di petang yang sudah menjelang
mengajakku berdamai dalam cerita malam tanpa bayang
Waktu memang tidak pernah sepakat untuk lebih lambat berjalan
Ia akan terus berlari, meninggalkan hal yang sudah pasti terjadi
Tak peduli ada yang kehilangan, bahkan pindang sekali pun
Aku berdiri memandang gempita malam yang mulau terhimpun
Tak ubahnya waktu yang selalu mengumpulkan berkas cerita
di setiap detiknya
Sepintas, aku ingin sembunyi di malam sepi
mengeja kembali apa yang sudah bahkan sedang hingga belum terjadi
Tawa kecil itu seolah-olah mengejekku
Ah tidak! Ia bukan mengejek, ia hanya iri saja dengan tingkahku ini
Baiklah, sedetik sebelum malam ini semakin berlanjut
Berharap untaian ini tetap dan selalu berpaut

Tidak ada komentar:
Posting Komentar